Jumat, 27 Oktober 2017

Beauty and the Beast Story

SHORT STORY OF BEAUTY AND THE BEAST


A widower merchant lives in a mansion with his six children, three sons and three daughters. All his daughters are very beautiful, but the youngest, Beauty, is the most lovely, as well as kind, well-read, and pure of heart; while the two elder sisters, in contrast, are wicked, selfish, vain, and spoiled. They secretly taunt Beauty and treat her more like a servant than a sister. The merchant eventually loses all of his wealth in a tempest at sea which sinks most of his merchant fleet. He and his children are consequently forced to live in a small farmhouse and work for their living.
Some years later, the merchant hears that one of the trade ships he had sent has arrived back in port, having escaped the destruction of its compatriots. Before leaving, he asks his children if they wish for him to bring any gifts back for them. The sons ask for weaponry and horses to hunt with, whereas his oldest daughters ask for clothing, jewels, and the finest dresses possible as they think his wealth has returned. Beauty is satisfied with the promise of a rose as none grow in their part of the country. The merchant, to his dismay, finds that his ship's cargo has been seized to pay his debts, leaving him penniless and unable to buy his children's presents.
During his return, the merchant becomes lost during a storm. Seeking shelter, he enters a dazzling palace. A hidden figure opens the giant doors and silently invites him in. The merchant finds tables inside laden with food and drink, which seem to have been left for him by the palace's invisible owner. The merchant accepts this gift and spends the night there. The next morning, as the merchant is about to leave, he sees a rose garden and recalls that Beauty had desired a rose. Upon picking the loveliest rose he can find, the merchant is confronted by a hideous "Beast" which tells him that for taking his most precious possession after accepting his hospitality, the merchant must die. The merchant begs to be set free, arguing that he had only picked the rose as a gift for his youngest daughter. The Beast agrees to let him give the rose to Beauty, but only if the merchant or one of his daughters will return.

Beauty dines with the Beast in an illustration by Anne Anderson.
The merchant is upset but accepts this condition. The Beast sends him on his way, with wealth, jewels and fine clothes for his sons and daughters, and stresses that Beauty must never know about his deal. The merchant, upon arriving home, tries to hide the secret from Beauty, but she pries it from him. Her brothers say they will go to the castle and fight the Beast, but the merchant dissuades them, saying they will stand no chance against the monster. Beauty then agrees to go to the Beast's castle. The Beast receives her graciously and informs her that she is now mistress of the castle, and he is her servant. He gives her lavish clothing and food and carries on lengthy conversations with her. Every night, the Beast asks Beauty to marry him, only to be refused each time. After each refusal, Beauty dreams of a handsome prince who pleads with her to answer why she keeps refusing him, to which she replies that she cannot marry the Beast because she loves him only as a friend. Beauty does not make the connection between the handsome prince and the Beast and becomes convinced that the Beast is holding the prince captive somewhere in the castle. She searches and discovers multiple enchanted rooms, but never the prince from her dreams.
For several months, Beauty lives a life of luxury at the Beast's palace, having every whim catered to by invisible servants, with no end of riches to amuse her and an endless supply of exquisite finery to wear. Eventually, she becomes homesick and begs the Beast to allow her to go see her family. He allows it on the condition that she returns exactly a week later. Beauty agrees to this and sets off for home with an enchanted mirror and ring. The mirror allows her to see what is going on back at the Beast's castle, and the ring allows her to return to the castle in an instant when turned three times around her finger. Her older sisters are surprised to find her well fed and dressed in finery. Beauty tries to share the magnificent gowns and jewels the Beast gave her with her sisters, but they turn into rags at her sisters' touch, and are restored to their splendour when returned to Beauty, as the Beast meant them only for her. Her sisters are envious when they hear of her happy life at the castle, and, hearing that she must return to the Beast on a certain day, beg her to stay another day, even putting onion in their eyes to make it appear as though they are weeping. They hope that the Beast will be angry with Beauty for breaking her promise and eat her alive. Beauty's heart is moved by her sisters' false show of love, and she agrees to stay.

Illustration by Warwick Goble.
Beauty begins to feel guilty about breaking her promise to the Beast and uses the mirror to see him back at the castle. She is horrified to discover that the Beast is lying half-dead from heartbreak near the rose bushes from which her father plucked the rose, and she immediately uses the ring to return to the Beast.
Beauty weeps over the Beast, saying that she loves him. When her tears strike him, the Beast is transformed into the handsome prince from Beauty's dreams. The Prince informs her that long ago a fairy turned him into a hideous beast after he refused to let her in from the rain and that only by finding true love, despite his ugliness, could the curse be broken. He and Beauty are married and they live happily ever after together.


Moral: Inner beauty is greater than physical beauty

Senin, 23 Oktober 2017

Yesus Allah Yang Setia

Apakah yang dimaksud dengan “setia”? Setia berarti dapat dipercaya. Allah itu setia. Artinya, Dia adalah Allah yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Dia senantiasa memegang dan menepati janji-Nya. Setiap firman yang diucapkan-Nya pasti digenapi. Karena itu, kita tak perlu ragu atau kuatir akan penggenapan janji Allah dalam hidup kita. Kita dapat dengan tenang bersandar kepada-Nya dan mempercayai kesetiaan-Nya yang tak pernah berakhir.

Firman Tuhan berkata :
Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan. (Ul 7:9)
Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia. (1 Kor 1:9)
Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan. (Mzm 36:6)
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Rat 3:22-23)
jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya. (2 Tim 2:13)

Kesetiaan Allah itu dinyatakan dengan berbagai cara, antara lain:
Pertama, kesetiaan Allah dinyatakan dengan memelihara janji-Nya. Dia tak pernah mengingkari janji-Nya dan selalu menepati setiap perkataan yang diucapkan-Nya. Ulangan 7:9 yang dikutip di atas dengan jelas menyatakan kebenaran ini.
Kedua, kesetiaan Allah dinyatakan dengan menjaga dan memelihara kita dari segala yang jahat. Dia tak akan membiarkan kita dicobai melebihi kekuatan kita. Sebaliknya, Dia akan senantiasa menyertai kita dan memberikan pertolongan kepada kita saat kita mengalami pencobaan atau kesusahan.
Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat. (2 Tes 3:3)
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (1 Kor 10:13)
Ketiga, kesetiaan Allah dinyatakan dengan menyelamatkan umat-Nya dari kebinasaan. Dalam Maszmur 98:3 dikatakan:
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
Keempat, kesetiaan Allah dinyatakan dengan mengampuni dan menyucikan kita dari segala dosa dan kejahatan. Dia juga menguduskan serta memelihara hidup kita agar hidup kita tak bercacat pada hari kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali.
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (1 Yoh 1:9)
Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya. (1 Tes 5:23-24)
Demikianlah, kesetiaan Allah nyata dalam segala hal yang dikerjakan-Nya. Bila kita sungguh-sungguh mengenal dan menyadari kesetiaan Allah, tentu kita akan dapat menjalani hidup kita dengan tenang. Kesetiaan Allah akan senantiasa menjadi penghiburan dan kekuatan bagi kita saat pencobaan dan kesusahan datang. Kita dapat bersandar dan mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya, karena kita tahu bahwa Dia tak mungkin mencelakakan atau berlaku curang kepada kita.
Akhirnya, marilah kita membalas kesetiaan Allah itu dengan senantiasa berlaku setia di hadapan-Nya, setia dalam iman, setia dalam ketaatan, setia dalam kasih, dan setia dalam pengharapan kepada-Nya.

Senin, 12 Juni 2017

Mari Mengasihi dan Mengampuni Sesama Kita Manusia Karena Tuhan Telah Terlebih Dahulu Mengasihi dan Mengampuni Kita

"Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan." (1 Yohanes 2:10)

Perselisihan atau pertengkaran terjadi lebih banyak di antara teman akrab, pasangan, saudara atau keluarga dibandingkan dengan orang yang tidak atau kurang kita kenal. Itu adalah fakta yang sulit untuk dibantah. Percikan-percikan api kecil bisa timbul setiap saat, dan kekecewaan yang berlebihan bisa membuat kita cepat tersinggung. Kita cenderung mengharapkan orang-orang yang terdekat sebagai manusia yang sempurna, yang menurut kita tidak boleh sedikitpun membuat kesalahan. Kita lupa bahwa sedekat apapun mereka tetaplah manusia yang bisa berbuat salah pada suatu ketika. Tersinggung, lalu sakit hati, tidak jarang menjadi dendam dan sulit untuk memaafkan. Seorang Pendeta pernah bercerita bahwa ia sudah menjumpai begitu banyak kasus kepahitan yang berasal dari perselisihan dengan orang-orang terdekat. Suami dan istri bercerai, orang tua tidak mau lagi mengakui anaknya, anak yang meninggalkan orang tuanya, sesama saudara kandung yang ingin saling menghancurkan dan mencelakakan, itu semua semakin tidak sulit kita lihat akhir-akhir ini. Bukannya semakin baik, tetapi manusia justru semakin menjadi orang-orang eksklusif, absolut, tidak mau kalah dan selalu merasa benar. Semakin lama manusia semakin menikmati kebencian, semakin sulit mengampuni, cenderung lebih memilih memperpanjang perbedaan dan terus bertikai ketimbang mencari jalan penyelesaian dan berdamai. Bahkan tidak jarang pula kita mendapati pertumpahan darah justru di kalangan keluarga atau saudara sendiri. Ini adalah hal yang memprihatinkan. Bisakah anda bayangkan betapa sedihnya hati Tuhan melihat perilaku-perilaku seperti ini?

Ada banyak orang mengaku bahwa mereka ada dalam terang. "Tentu saja saya dalam terang. Bukankah saya menerima Yesus? Itu artinya saya ada dalam terang, dong..." itu ada dalam benak banyak orang tanpa berpikir panjang atas cara hidup atau sikap hati mereka. Bersama Terang Dunia, memang kita seharusnya pun berada dalam terang. Bukan cuma berada dalam terang, tetapi seharusnya kita pun menjadi terang bagi banyak orang. Seperti itulah kita seharusnya, seperti yang dikatakan Yesus dalam Matius 5:14-16. Tetapi perhatikanlah bahwa Yohanes menyinggung hal ini dengan tegas. Tolok ukur apakah kita berada dalam terang atau tidak sesungguhnya tergantung dari satu hal penting, yaitu sejauh mana kita mengasihi saudara kita. Perhatikanlah ayat berikut ini: "Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan." (1 Yohanes 2:10). Hal ini ia katakan melanjutkan sebuah seruan yang mungkin kontroversial bahkan bagi sebagian orang hari ini: "Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang." (ay 9).  Jangan mengaku dalam terang jika masih menyimpan kebencian atau dendam terhadap saudaramu sendiri. Seperti itulah kira-kira seruan Yohanes. Mari kita lanjutkan satu ayat lagi setelahnya: "Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya." (ay 11).

Mengapa Yohanes bisa berkata seperti itu? Alasannya jelas. Waktu-waktu yang ia jalani bersama Yesus telah membuktikan sendiri bagaimana Yesus mengasihi manusia tanpa pamrih, tanpa batas. Dari situ ia tahu betul bahwa Allah bukan saja penuh kasih, tetapi Allah adalah kasih itu sendiri. Oleh sebab itulah Yohanes bisa berkata dengan tajam bahwa "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih." (1 Yohanes 4:8). Tidak mengenal Allah, itu artinya berada di dalam gelap. Kita mengaku percaya kepada Kristus, tetapi kita tidak mengenal pribadiNya sebagai kasih, itu artinya kita tidak berada di dalamNya. Dengan kata lain, tidak mengasihi berarti kita tidak berada di dalam terang, melainkan masih terkurung jauh di dalam gelap. Dan jelas, berada dalam kegelapan akan membuat kita terus terpengaruh terhadap banyak penyesatan.

Berulang kali Yesus sudah mengingatkan kita akan pentingnya mengasihi saudara-saudara kita dan berhenti menabur atau mempertahankan kebencian. Lihat bagaimana jawaban Yesus dalam menanggapi pertanyaan Petrus akan jumlah maksimal dalam memberi pengampunan terhadap perbuatan dosa yang dilakukan oleh saudara sendiri. "Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali." (Matius 18:21-22). Tujuh puluh kali tujuh kali, menunjukkan jumlah yang tidak terbatas dalam memberi pengampunan. Lebih lanjut bahkan dikatakan bahwa adalah percuma buat kita berdoa apabila masih menyimpan ganjalan, sakit hati, kebencian atau dendam terhadap orang lain. "Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Markus 11:25). Tidak mau mengampuni orang lain, maka Tuhan pun tidak akan mau mengampuni kita. (ay 26).

Seringkali kita berdalih dan mengatakan, "untuk apa saya mengampuni sementara ia tidak juga mengakui kesalahannya?" Soal mengampuni sesungguhnya berasal dari kita, bukan tergantung dari orang lain. Apabila kasih Kristus benar-benar mengalir dalam hidup kita, itu akan mendatangkan terang yang membuat kita bisa memberi pengampunan. Ada pula yang berdalih, "tetapi ia sudah sangat keterlaluan, bagaimana mungkin bisa dimaafkan?" Itupun tidak cukup menjadi alasan bagi kita untuk mendendam. Kurang apa penderitaan yang dialami Yesus? Penyiksaan di luar batas perikemanusiaan, yang dilakukan oleh manusia yang katanya beradab, dipaku kaki dan tangannya, dipasangi mahkota duri hingga mati di atas kayu salib, itu merupakan sebuah siksaan dengan hinaan yang luar biasa kejinya. Tapi apa yang dilakukan Yesus? Di atas kayu salib itu Yesus masih meminta pengampunan buat para penyiksanya! "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Lukas 23:34).  Apakah pada saat itu mereka sudah menyadari kesalahan mereka dan mohon ampun? Tidak. Tapi Yesus tetap menyerukan pengampunan. Ini adalah hal luar biasa yang seharusnya bisa menjadi teladan untuk kita semua. Tidak satupun kita ingin binasa. Kita mungkin telah berbuat dosa yang sangat besar, tetapi Tuhan tetap mau mengampuni meski kesalahan kita sudah sedemikian buruknya sekalipun. Jika Tuhan saja mau berbuat demikian, siapakah kita yang merasa punya hak lebih untuk bisa tidak mengampuni?

Adalah penting bagi kita untuk menjaga kondisi hati kita setiap saat. Mengapa hati? "sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan." (Markus 7:21-22). Dan, "Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang." (ay 23). Mengampuni itu merupakan kewajiban bagi kita dan bukan sesuatu yang bisa kita pilih-pilih. Mengasihi saudara kita, terlepas dari kekurangan-kekurangan mereka, itulah yang membuktikan apakah kita berada di dalam terang atau tidak, apakah kita masih di jalan yang benar untuk memperoleh segala janji Allah atau tidak. Adakah orang yang masih anda ikat dengan kebencian di dalam hati anda? Adakah orang yang anda anggap belum layak untuk anda ampuni? Berikan pengampunan sekarang juga. Jika anda tidak sanggup, berdoa dan mintalah Roh Kudus untuk memampukan anda. Jangan  biarkan diri anda terus berada dalam kegelapan. Terang tengah menanti kehadiran anda saat ini juga. Masuklah segera ke dalamnya.

Kita tidak akan pernah hidup dalam terang selama kebencian masih ada

Pentingnya Menghargai Orang Lain




Kita tidak dapat hidup sendirian, selalu membutuhkan orang lain. Namun terkadang prinsip yang kita pegang tidak sejalan dengan prinsip orang lain. Yang akhirnya menimbulkan perasaan tidak nyaman di hati bahkan kadang sampai terjadi permusuhan atau persaingan. Apalagi jika kita adalah tipe orang yang sangat ketat menjaga prinsip. Sebenarnya permasalahan ini sangat mungkin terjadi pada semua orang, dan masalah ini solusinya ada pada diri kita masing-masing. Kita tidak mungkin lari dari diri kita sendiri.
Bagi orang dengan tipe pemegang prinsip kuat, permasalahan ini harus segera mendapat perhatian dan fokus mencari solusinya. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah kesadaran diri sendiri bahwa kita harus dan wajib merubah diri sendiri menjadi lebih fleksibel, lebih memprioritaskan untuk lebih menghargai orang lain bahkan kepada saingan atau musuh.
Beberapa hal yang akan didapatkan jika kita bisa meningkatkan kemampuan menghargai orang lain,
  1. Menghargai orang lain bukan berarti kita menunjukkan kelemahan kita.
Sejak dahulu, masih banyan yang mengajarkan bahwa sikap penghormatan kepada musuh akan menunjukkan kita lemah. Malah sebaliknya, jika kita tetap bisa hormat kepada saingan kita, kita akan semakin merasa percaya diri, dan tidak ada celah bagi saingan untuk menjatuhkan kita. Kelemahan sesungguhnya adalah ketika kita menunjukkan sikap negative dan melukai perasaan orang lain. Memang memulai hal ini sangatlah berat, namun jika secepatnya dimulai, dan dilatih bertahap, maka akan terasa mudah dan kebiasaan kita menghargai orang lain akan berimbas baik juga untuk diri kita.
  1. Menjadi lebih berpengalaman.
Seorang saingan merupakan guru kehidupan yang sangat baik, begitu juga dengan kesulitan-kesulitan kehidupan lainnya. Setiap manusia mempunyai pilihan untuk berbuat positif maupun negatif. Sayangnya sering manusia membiarkan dirinya melakukan hal negatif.
Kita harus berhati-hati dengan ucapan dan tindakan kita, karena jika tidak hati-hati akan menjerumuskan kitqa ke perangkap kemarahan terhadap orang lain. Banyak orang sukses yang bisa menahan amarah, bahkan berterima kasih kepada saingan dan musuh mereka.
  1. Sikap menghargai orang lain merupakan nilai manusia yang terbaik di dunia, tak ternilai harganya. Dimanapun dan kemanapun kita bepergian, jika kita selalu bersikap menghormati dan menghargai orang lain, maka hati orang lain akan terbuka dan akan berbalik menghoramati kita.
Penghormatan tidak dapat dibangun dengan ancaman dan kekerasan. Ketaatan dan rasa hormat memiliki sesuatu yang sama, tetapi berbeda. Rasa hormat hanya ada dalam hubungan yang dibangun di atas saling pengertian dan kebajikan. Perusahaan yang mengutamakan rasa hormat, biasanya akan lebih berhasil disbanding hanya mengutamakan kepatuhan dan ketakutan.
  1. Rasa menghargai dan menghormati, meredam permusuhan.
Jika kita selalu berpikir “membunuh” pesaing atau musuh, tidak akan pernah ada caranya. Akan selalu muncul musuh-musuh baru. Manusia adalah makhluk sosial, hidup di dunia yang beradab harus saling bekerjasama.
Kita semua tahu bahwa musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri, namun sering kita tidak mau atau sulit untuk menerapkan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari kita.

5.   

Sabtu, 04 Februari 2017

Tips Agar Kulit Sehat

Hi guys kali ini gue mau ngasih tau beberapa tips buat kalian agar kulit kalian tetap sehat nih, kulit sehat bukan cuma milik perempuan kok, laki laki juga harus sehat ya kulitnya 😊


Tips Agar Kulit Sehat Alami

1. Perbanyak mengkonsumsi air putih

Minumlah air putih minimal delapan gelas perhari. Selain bermanfaat untuk kesehatan tubuh, air putih juga dapat menjaga kesegaran kulit kita. Sebaliknya orang yang kurang mengkonsumsi air putih, kulitnya akan terlihat pucat, dan kusam.

2. Olah raga

Olah raga secara teratur bisa menjaga kulit dan otot kita agar tetap kencang dan awet muda. Selain untuk menjaga kesehatan kulit, berolah raga secara teratur juga akan membuat tubuh kita tetap fit dan terhindar dari berbagam macam penyakit. Jika anda tidak bisa berolah raga setiap hari, minimal anda bisa melakukannya dua kali dalam seminggu.

3. Mencuci wajah

Bersihkan wajah anda dengan air bersih yang mengalir dan lakukan sedikit pijatan untuk memberikan refleksi kepada pada kulit wajah, hal ini akan memperlancar peredaran darah dan membuat wajah kita terlihat lebih segar.
Jangan terlalu sering mencuci wajah dengan facial foam karna akan membuat kulit kering, apalagi berganti ganti merk facial foam.
Kenapa sih kita dianjurkan untuk tidak mengganti ganti merk sabun muka kita? 
Itu karena kulit kita harus beradaptasi kembali dengan ph pada sabun muka (facial foam) yang kita ganti dengan merk lain. 

4. Mencuci tangan

Ketika anda telah selesai melakukan berbagai kesibukan, jagan lupa untuk mencuci tangan anda. Tangan bisa menjadi perantara masuknya berbagai macam kuman dan bakteri, setelah mencuci tangan, tentu tangan kita akan menjadi lebih bersih dan aman jika menyentuh bagian kulit wajah.

5. Menggunakan pelembab

Ketika anda mau melakukan aktifitas di luar sebaiknya gunakanlah krim pelembab yang cocok dengan kulit anda. Krim pelembab mampu melindungi kulit anda dari sinar ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan flek hitam.
*Kalo aku sih pakai pelembab Sari Ayu hehe.. 
Oh iya setelah kita mencuci wajah kita dengan sabun muka pasti muka jadi bersih dan tidak berminyak, maka dari itu kita perlu menggunakan pelembab agar kulit wajah kita tidak mengeluarkan minyak berlebih guys. 

6. Tidur teratur

Usahakan untuk tidur delapan jam sehari. ketika tidur proses regenerasi sel akan terjadi, sehingga jika anda kurang tidur akan berdampak juga dengan kesehatan kulit wajah anda. Wajah akan menjadi pucat dan mempecepat terjadinya keriput.

7. Menjaga pola makan

Setiap makanan yang kita makan akan mempengaruhi kesehatan tubuh dan kulit anda. Banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan dapat memberikan manfaat buat kulit anda. Kandungan vitamin dalam sayuran dan buah-buahan akan merawat kulit anda tetap cantik dan sehat.

8. Menggunakan masker alami

Anda bisa melakukan perawatan kulit dengan menggunakan masker yang berbahan dasar alami. Masker dapat mengangkat kotoran dan sel kulit mati di wajah sehingga kebersihan dan kecantikan kulit wajah anda akan terus terjaga. Memakai masker tidak perlu setiap hari, anda bisa melakukannya minimal dua kali dalam seminggu.

9. Produk Makeup yang Tepat

Menggunakan produk makeup yang tepat dapat membuat kulit Anda bersinar, namun jika Anda salah memilih bisa mengakibatkan banyak masalah kulit, jadi kenali jenis kulit Anda gunakan produk yang sesuai dengan kulit Anda.

10.Berhenti Merokok

Para perokok lebih banyak menggunakan otot bibir mereka dan cenderung menyipitkan mata ketika mengisap/mengembuskan asap rokok. Tak heran jika kedua aktivitas ini dapat menyebabkan kerutan karena sering “dilatih”. Karena bibir adalah bagian tubuh pertama yang terpapar racun, maka kerutan di bibir pun lebih dalam . Selain itu Merokok dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan kolagen dan elastin pada kulit yang menjaga kulit tetap kencang dan kenyal. Selain keriput, kulit juga akan menjadi lebih kendur dan warnanya berubah menjadi kusam.


Semoga bermanfaat ya guys :)
Kulit sehat adalah hak semua orang 😘




Instagram : chelstmg_
Facebook : Rachel Claudya Situmeang
Snapchat : rachelcldy


Manfaat Kopi Bagi Kecantikan

Kopi dikenal tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh saja, melainkan kopi juga dapat bermanfaat bagi kecantikan tubuh, seperti kecantikan wajah, kecantikan kulit, kecantikan rambut dan sebagainya. Sebenarnya manfaat kopi tidak hanya untuk diminum, tetapi kopi juga bisa digunakan untuk perawatan wajah dan tubuh, seperti diolesi dan sebagainya.
Nah disini saya akan membahas manfaat kopi bagi kecantikan.
Kegunaannya menjadikan kulit kencang dan mengangkat sel kulit mati. kopi dapat digunakan sebagai krim anti mikroba untuk pembersih wajah,masker wajah juga scrub pengangkat sel kulit mati. 

Untuk membuat scrub kita membutuhkan :
1.bubuk kopi 2sdm
2.minyak kelapa(bisa juga menggunakan baby oil) secukupnya
3.wadah



Tuangkan bubuk kopi 2sdm atau sesuai keinginan kalian ke dalam wadah, kemudian tuangkan baby oil/minyak kelapa (bukan minyak goreng ya guys-_-) setelah itu aduk rata.
Setelah merata,ambil scrub yang telah dibuat tadi secukupnya kemudian usapkan ke seluruh tubuh.
Untuk wajah, kita bisa mengusapkan scrub secara perlahan.

Jika kegiatan kecantikan yang murah meriah namun bermanfaat ini telah selesai dilakukan bilaslah seluruh badan dengan air hangat(agar maksimal).

Setelah sudah membersihkan badan dari scrub kopi pasti akan terasa manfaatnya :)

Berikut ini merupakan beberapa manfaat detail dari masker kopi untuk wajah, diantaranya yaitu :

Mencerahkan kulit wajah yang kusam. Kandungan antioksidan yang terkandung di dalam kopi mampu mengangkat sel kulit mati yang menumpuk pada kulit wajah yang disebabkan oleh radikal bebas, sehingga kulit wajah akan tampak cerah dan bersih jika dilakukan secara rutin dan teratur.
Dapat mengontrol minyak berlebih. Masker kopi juga sangat bermanfaat untuk mengontrol kandungan minyak berlebih
Menghaluskan dan melembutkan kulit. Kopi dapat berfungsi sebagai scrub wajah, sehingga kulit wajah menjadi lebih halus dan lembut.
Mengecilkan pori-pori kulit
Menghilangkan jerawat
Mengatasi masalah komedo
Menyamarkan noda bekas jerawat
Itulah manfaat dari masker kopi yang akan didapatkan bagi siapa saja yang menggunakannya secara rutin dan teratur. 


Jadi jangan lupa ya guys, perawatan kulit harus dilakukan secara rutin agar kulit menjadi lebih segar dan sehat dengan perawatan sederhana yang bahan bahannya tidak sulit untuk kita didapatkan. 




Instagram : chelstmg_
Facebook : Rachel Claudya Situmeang
Snapchat : rachelcldy